18/07/2024

Hepatitis akut dan kronis, apa bedanya?

Hepatitis adalah peradangan hati yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, dan kondisi medis lainnya. Hepatitis dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: akut dan kronis. Berikut adalah perbedaan utama antara hepatitis akut dan kronis:

Hepatitis Akut

Durasi dan Onset:

  • Durasi: Hepatitis akut berlangsung kurang dari enam bulan. Ini adalah kondisi jangka pendek di mana gejala muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Onset: Gejala hepatitis akut biasanya muncul dengan cepat setelah paparan virus atau penyebab lainnya.

Gejala:

  • Gejala hepatitis akut seringkali termasuk demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, urin berwarna gelap, feses berwarna terang, dan kulit serta mata yang menguning (jaundice).
  • Gejala-gejala ini muncul secara tiba-tiba dan bisa sangat intens.

Penyebab:

  • Penyebab utama hepatitis akut adalah infeksi virus hepatitis (A, B, C, D, dan E). Selain itu, hepatitis akut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, racun, atau konsumsi alkohol berlebihan.
  • Hepatitis A dan E biasanya menyebabkan hepatitis akut yang tidak berkembang menjadi kronis.

Prognosis:

  • Sebagian besar kasus hepatitis akut sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, terutama jika disebabkan oleh virus hepatitis A atau E.
  • Namun, hepatitis B dan C akut dapat berkembang menjadi hepatitis kronis, tergantung pada respon sistem kekebalan tubuh individu.

Hepatitis Kronis

Durasi dan Onset:

  • Durasi: Hepatitis kronis berlangsung lebih dari enam bulan. Ini adalah kondisi jangka panjang yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun atau seumur hidup.
  • Onset: Hepatitis kronis sering berkembang secara perlahan, dan banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hingga gejala yang lebih serius muncul.

Gejala:

  • Gejala hepatitis kronis sering kali ringan atau tidak ada selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, mereka bisa termasuk kelelahan yang berkepanjangan, nyeri otot atau sendi, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri perut, dan jaundice.
  • Karena gejalanya bisa sangat halus, hepatitis kronis sering terdeteksi melalui tes darah rutin atau saat penyakit telah berkembang ke tahap yang lebih serius.

Penyebab:

  • Penyebab utama hepatitis kronis adalah infeksi virus hepatitis B dan C. Hepatitis D juga dapat menyebabkan hepatitis kronis, tetapi hanya pada mereka yang sudah terinfeksi hepatitis B.
  • Penyebab lain termasuk konsumsi alkohol yang berlebihan, penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), dan kondisi autoimun.

Prognosis:

  • Hepatitis kronis dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan, termasuk sirosis (jaringan parut hati) dan kanker hati.
  • Pengobatan hepatitis kronis tergantung pada penyebabnya dan dapat mencakup antiviral untuk hepatitis B dan C, perubahan gaya hidup untuk mengurangi beban pada hati, serta pengobatan untuk kondisi yang mendasarinya.