28/05/2024

Manfaat Tapak Dara yang Perlu Diketahui

Tapak dara (Catharanthus roseus) atau sering juga disebut sebagai bunga rintik atau bunga kembang sepatu adalah salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain sebagai bahan obat tradisional, tanaman ini juga memiliki manfaat lain yang perlu diketahui. Berikut ini beberapa manfaat tapak dara:

Mengobati diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tapak dara dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Kandungan alkaloid dalam tapak dara diketahui dapat meningkatkan sekresi insulin dan menurunkan kadar gula darah.

Menjaga kesehatan jantung
Ekstrak tapak dara juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan jantung. Kandungan alkaloid dalam tapak dara berperan dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Selain itu, tanaman ini juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan pada sel-sel jantung.

Mengobati kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tapak dara dapat membantu mengobati beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, leukemia, dan kanker kulit. Kandungan alkaloid dan senyawa antioksidan dalam tanaman ini dapat membantu melawan sel-sel kanker dan mencegah pertumbuhannya.

Meningkatkan kekebalan tubuh
Kandungan senyawa flavonoid dalam tapak dara dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Senyawa ini berperan dalam membantu melawan infeksi dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan kulit
Kandungan senyawa antioksidan dalam tapak dara juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Senyawa ini membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan radikal bebas, serta membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit.

Mengobati sakit kepala
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak tapak dara dapat membantu mengobati sakit kepala. Kandungan alkaloid dalam tapak dara berperan dalam meredakan nyeri dan mengurangi gejala sakit kepala.

Dalam mengonsumsi tapak dara, perlu diingat bahwa tanaman ini mengandung senyawa vinblastin dan vincristin yang dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli herbal sebelum mengonsumsi tapak dara sebagai obat. Selain itu, penggunaan tanaman obat harus disesuaikan dengan dosis yang tepat dan tidak dianjurkan untuk menggantikan pengobatan medis yang sudah diresepkan oleh dokter.