19/07/2024

Bahaya kebiasaan membunyikan gigi saat tidur

Kebiasaan membunyikan gigi saat tidur, yang dikenal dengan istilah bruxism, tidak hanya mengganggu tidur dan istirahat yang cukup, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Berikut ini adalah beberapa bahaya dan komplikasi yang dapat terjadi akibat bruxism:

1. Kerusakan pada Gigi

Salah satu bahaya utama bruxism adalah kerusakan pada gigi. Gesekan berulang antara gigi atas dan bawah yang kuat dapat menyebabkan:

  • Abfraksi: Terjadinya retakan pada gigi akibat tekanan yang berulang, terutama pada gigi belakang.
  • Erosi Email: Gesekan yang kuat dapat mengikis lapisan email gigi, yang dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan seperti makanan panas atau dingin.
  • Pengikisan Gigi: Pada kasus yang lebih parah, bruxism dapat menyebabkan gigi menjadi rata atau bahkan lebih pendek karena pengikisan yang berkelanjutan.

2. Masalah Kesehatan Mulut

Bruxism juga dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mulut lainnya, termasuk:

  • Sensitivitas Gigi: Pengikisan email gigi akibat bruxism dapat membuat gigi lebih sensitif terhadap rangsangan seperti makanan atau minuman yang panas atau dingin.
  • Masalah pada Jaringan Lunak: Gesekan yang berulang dapat menyebabkan luka pada jaringan lunak di sekitar gigi dan gusi, yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

3. Masalah pada Struktur Rangka Wajah

Bruxism yang kronis dan tidak diobati dapat menyebabkan masalah pada struktur rangka wajah, termasuk:

  • Sakit Kepala: Kebiasaan menggertakkan gigi dapat menyebabkan ketegangan otot rahang dan kepala, yang sering kali menghasilkan sakit kepala.
  • Nyeri pada Tengkuk dan Leher: Tegangan yang berulang pada otot rahang dapat menyebar hingga ke leher dan tengkuk, menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri.

4. Gangguan Tidur

Bruxism dapat menyebabkan gangguan tidur baik bagi individu yang mengalaminya maupun pasangan tidur mereka. Bunyi gesekan gigi yang keras dapat membangunkan pasangan tidur dan mengganggu tidur malam yang nyenyak.

5. Masalah Psikologis dan Emosional

Stres dan kecemasan sering kali menjadi faktor pemicu bruxism. Namun, kebiasaan ini juga dapat memperburuk masalah psikologis dan emosional seseorang, termasuk:

  • Kecemasan: Bruxism yang berulang dapat meningkatkan tingkat kecemasan seseorang.
  • Stres: Kebiasaan menggertakkan gigi dapat menjadi respons fisik terhadap stres, yang dapat menciptakan lingkaran setan stres-bruxism-stres yang sulit diputuskan.